Kamis, 24 Februari 2011

Korsel geger soal pencurian dokumen


SEOUL - Partai-partai politik Korea Selatan menuntut kepala badan intelijen negara itu mundur menyusul insiden percobaan pencurian dokumen komputer milik delegasi Indonesia.

"Memalukan...dan saya berharap direktur intelijen akan mundur," kata Hong Joon-Pyo, anggota Partai Nasional,GNP, yang berkuasa dalam akun Twitternya.

Partai-partai oposisi dan sejumlah surat kabar besar juga menuntut kepala badan intelijen, NIS, Won Sei-Hoon, mundur

Namun Won menyanggah berita media yang menyebutkan tiga agennya memasuki kamar hotel delegasi dagang Indonesia tanggal 16 Februari lalu untuk mencoba mencuri informasi tentang kemungkinan pembelian senjata dari Korea Selatan.

Pihak Indonesia telah mengadukan insiden ini ke polisi. Namun para pejabat NIS dilaporkan mengambil semua bukti termasuk gambar CCTV, kata kantor berita Yonhap.

Kejadian memalukan

Delegasi Indonesia berkunjung ke Korea Selatan untuk membicarakan kerjasama ekonomi termasuk kemungkinan pembelian pesawat supersonik T-50 Korea Selatan serta senjata lain.

Surat kabar Chosun Ilbo mengangkat kekhawatiran bahwa kesepakatan senjata senilai satu miliar dolar kemungkinan batal karena kesalahan "absurd" agen NIS itu.

"Presiden harus mengadakan perombakan kepemimpinan NIS, atau meminta mereka tetap diam demi kepentingan nasional bila dia tidak mau mundur," kata koran ini dalam editorial seperti dikutip kantor berita AFP.

Surat kabar Dong-A Ilbo juga mendesak agar Won mundur dan menggambarkan upaya pencurian itu sebagai "hal yang memalukan dalam tingkat nasional dan diplomatik."

Persaingan intelijen

Profesor Yang Seung Yoon dari universitas Hankook, Seoul mengatakan insiden ini menjadi berita besar di negara itu.

"Semua pihak sangat marah atas hal yang memalukan negara, pemerintah dan rakyat Korea (selatan) ini. Tiap hari semua harian, dan juga internet dipenuhi dengan makian dan tuntutan tentang hal itu," kata Yang kepada BBC Indonesia.

Yang Seung Yoon juga mengindikasikan kejadian ini dipicu tingkat persaingan yang tinggi antar departemen.

"Di Korea semua hal dalam politik, ekonomi dilakukan dengan persaingan yang sangat tajam. Dengan persaingan seperti ini, dapat terjadi kesalahan seperti itu.

"Saya pikir ini mungkin persaingan keras antara pihak intelijen dan pihak pertahanan," tambahnya.

Korea Selatan dan Indonesia memiliki kerjasama bagus dalam bidang pertahanan.

Tahun 2008, Seoul menandatangani perjanjian senilai US$90 juta dengan Jakarta untuk membeli empat pesawat pengangkut untuk penjaga pantai. Indonesia juga sepakat untuk bergabung dengan Korea Selatan mengembangkan pesawat tempur Juli lalu.

Sumber : BBC-INDONESIA

Minggu, 06 Februari 2011

KRI Clurit-641, Kapal Jenis KCR-40 Diluncurkan Di Batam




BATAM – Industri shipyard di Batam mengukir sejarah baru. Jumat (4/2) kemarin sebuah kapal perang jenis Kapal Cepat Rudal (KCR) diluncurkan setelah setahun dikerjakan. Yang membanggakan kapal berkecepatan 30 knot itu sepenuhnya dikerjakan putra-putri bangsa.

Menurut kepala dinas pengadaan TNI AL Laksamana pertama TNI Suryo Djati Prabowo, sebagian besar material kapal perang tersebut di produksi di dalam negeri. Kapal ini dinamai KRI Clurit-641. “Ini satu-satunya kapal cepat rudal di Indonesia buatan galangan local di batam” ujarnya disela-sela peluncuran kapal dengan panjang 44 meter itu di pabrik pembuatnya, PT.Palindo Marine Industry, Tanjunguncang.

Peluncuran kapal KCR-40 berbahan baja-alumunium ini menandai sejarah baru industry perkapalan di Batam. “Dengan keberhasilan ini kita tunjukkan pada dunia bahwa kita mampu membangun dan mengembangkan alutsista secara mandiri di dalam negeri”, ungkapnya.

Kapal yang sepenuhnya di buat di Palindo tersebut dilengkapi sistem persenjataan modern (Sewaco/Sensor Weapon Control), diantaranya meriam caliber 30mm enam laras sebagai sistem pertempuran jarak dekat (CIWS) dan rudal anti kapal buatan China C-705.



Komandan Lanal Batam, Kolonel Laut (P) Iwan Isnurwanto mengatakan, KCR 40 terbuat dari baja khusus pada bagian lambung. Baja bernama High Tensile Steel itu diperoleh dari PT.Krakatau Steel. Untuk bagian atas kapal menggunakan bahan alumunium alloy yang memungkinkan stabilitas pada kecepatan tinggi.

Kapal dengan sistem pendorong fixed propeller lima daun itu juga dilengkapi dua unit senapan mesin caliber 20mm di anjungan kapal. Meskipun telah diluncurkan, KCR 40 belum resmi diserahterimakan ke TNI AL karena masih harus menjalani beberapa tahap pengujian (sea trial). “Setelah semua test dijalani, kapal akan segera masuk jajaran operasional TNI AL,” ujar Suryo.

Anak bangsa yang berada dibelakang proses pengerjaan KCR ini menurut Direktur Palindo, Hermanto, berasal dari Institute Teknologi Surabaya (ITS). “Desain dan pengembangan di tangani sejak awal oleh putra-putri bangsa dari ITS”, ujarnya.

Sumber : JAWAPOS.CO.ID

Warga Gorontalo Sambut KRI Banjarmasin-592




GORONTALO - KRI Banjarmasin-592 mendapat sambutan masyarakat Gorontalo dalam kegiatan safari pelayaran keliling wilayah Indonesia bagian Timur memperkenalkan produksi dalam negeri dalam rangka long sea trial pada saat merapat di dermaga umum Gorontalo.

Kehadiran KRI Banjarmasin-592 mendapat respon positif dari Pemda setempat dan masyarakat Gorontalo, antusias masyarakat Gorontalo pada sore harinya terlihat saat diadakan open ship di KRI Banjarmasin-592.

Warga Gorontalo diberikan kesempatan untuk melihat dari dekat kapal perang buatan dalam negeri dan setelah melaksanakan debarkasi kendaraan operasional untuk mendukung kegiatan operasional salah satu Batalyon TNI AD meliputi 3 buah Truck Reo, 1 buah Truck Tanki dan 5 buah Jeep.

KRI Banjarmasin-592 dengan Komandan Letkol Laut (P) Eko Jokowiyono kepada para pengunjung kapal perang mengatakan bahwa kapal ini merupakan salah satu unsur kapal perang milik TNI AL yang memperkuat jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil).

Selama berada di Gorontalo, Komandan KRI Banjarmasin-592 melaksanakan kunjungan kehormatan ke unsur Muspida setempat diawali dengan kunjungan kepada Komandan Kodim 1304 diterima langsung oleh Komandan Kodim Letkol Czi Totok JR, dilanjutkan ke Walikota Gorontalo yang diterima oleh Wakil Walikota H. Feriyanto Mayulu S, Kom, MH dan diakhiri kunjungan ke Gubernur Gorontalo diterima Wakil gubernur H. Tonny Uloi, SE.

Pada hari ketiga di dermaga Gorontalo setelah apel pagi, sebanyak 70 orang prajurit Marinir dengan Pakaian Dinas Lapangan Tempur (PDLT) lengkap melaksanakan kegiatan Lintas medan (Limed) dengan menempuh jarak sejauh 15 Km melalui route pelabuhan kota Gorontalo menuju pusat kota dan kembali ke pelabuhan dalam rangka kegiatan promosi.

KRI Banjarmasin-592 melaksanakan acara minum kopi bersama di hanggar Helly yang dihadiri Wakil Walikota Gorontalo dan dihadiri oleh pejabat Muspida Gorontalo. Usai acara minum kopi, para pejabat Muspida diberikan kesempatan dan diperkenankan untuk keliling melihat peralatan, dan fasilitas KRI Banjarmasin-592.

Sumber : POSKOTA.CO.ID

KSAU : Australia Akan Hibahkan 4 Hercules Kepada TNI AU



C-130H RAAF

YOGYAKARTA - Pemerintah Australia akan memberikan hibah empat pesawat Hercules kepada TNI AU, kata Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat di Yogyakarta, Rabu (2/2).

"Kepala Angkatan Udara Australia telah melakukan kunjungan ke Indonesia pada 27 Januari 2011, dan mereka siap menyerahkan pesawat tersebut," katanya usai memimpin upacara serah terima jabatan Gubernur Akademi Angkatan Udara (AAU) di Yogyakarta.

Menurut dia, dalam kunjungan itu Kepala Angkatan Udara Australia, selain memberikan kuliah kepada taruna AAU, juga melakukan komunikasi dalam rangka realisasi rencana hibah empat pesawat Hercules.

"Proses penyerahan pesawat hibah tersebut tidak akan dilakukan dalam satu waktu, melainkan bertahap hingga 2012. Tahun ini akan diserahkan dua pesawat, kemudian pada 2012 dua pesawat lagi," katanya.

Ia mengatakan, setelah diterima, pesawat Hercules tersebut tidak akan langsung dioperasikan, tetapi harus terlebih dulu masuk depo untuk dilakukan pengecekan.

"Setelah dinyatakan siap untuk pengoperasian, pesawat Hercules tersebut baru diterbangkan untuk mendukung produktivitas kerja TNI AU," kata mantan Gubernur AAU itu.

Menurut dia, pesawat Hercules yang dibutuhkan TNI AU saat ini sebanyak 30 unit. Namun, TNI AU hanya memiliki 21 pesawat Hercules, sehingga masih kurang sembilan pesawat.

"Kekurangan pesawat Hercules itu akan dipenuhi dari hibah dan membeli. Sebanyak 30 pesawat Hercules akan digunakan untuk pesawat tanki sebanyak dua unit, pesawat VIP dua unit, dan pesawat operasional dua batalyon sebanyak 26 unit," katanya.

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID

Selasa, 25 Januari 2011

Menhan Serah Terimakan 3 Heli Mi-35P ke TNI AD





Foto-foto : DETIK, ANTARA

CIPUTAT - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyerahkan 3 helikopter jenis MI-35P kepada TNI Angkatan Darat di Lapangan Terbang Pusnerbad, Pondok Cabe, Ciputat, Rabu (20/10).

Purnomo dan Dubes Rusia untuk RI, Alexander A Vivanov juga menandatangani berita acara serah terima dan secara simbolis menyiramkan air mawar dan memecahkan kendi ke heli. Acara serah terima ini juga dihadiri Wakil KSAD Letjen Suryo Prabowo, dan sejumlah anggota DPR.

Dikatakan dia, 3 heli ini dibeli setelah adanya tanda tangan antara pemerintah Indonesia dengan Rusia dengan menggunakan fasilitas state credit pemerintahan Rusia sebesar US$ 56.100.000 atau setara dengan Rp 64.515.000.000. Harga itu termasuk pencakupan persenjataan dan amunisi serta pelatihan bagi para calon awak pesawat.

Menurut dia, pesawat buatan Rusia ini akan menambah kekuatan TNI AD. Saat ini, TNI AD sudah mempunyai 11 helikopter generasi baru yang cukup handal. Dengan perincian, 5 buah helikopter MI-35P, 6 buah MI- 17V-5.

Sumber : DETIKNEWS.COM

Armed Kostrad Perbarui Alutsita



105mm Towed Howitzer KH-178

MAGELANG - Alutsita artileri medan (Armed) Komando Cadangan Strategis Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Kostrad) akan diperbarui menjadi lebih canggih.

Komandan Pusat Pendidikan dan Latihan Armed TNI AD, Brigjen TNI A. Agung Gde Suardhana, di Magelang, Kamis (16/12), mengatakan bahwa langkah tersebut dilakukan untuk mengikuti perkembangan teknologi yang sangat cepat.

Ia mengatakan, diharapkan regenerasi alutsita ini akan membantu Armed dalam menjawab tantangan zaman yang lebih kompleks dan berat.

Menurut dia, meriam 76 mm yang telah lama digunakan Armed akan diganti meriam 105 mm KH 178 buatan Korea Selatan yang lebih mutakhir. Pasukan Armed juga akan mendapat tambahan senjata baru, yakni roket WR 40 Langusta buatan Polandia.

"Penambahan dan regenerasi beberapa alutsita ini harus dijadikan tantangan untuk terus maju. Jangan dianggap sebagai kendala," katanya pada pengarahan kepada 350 prajurit Armed 3/105 Tarik Magelang di Mako Armed 3.

Ia berharap, seluruh prajurit TNI AD khususnya di Armed 3 agar cepat belajar dan terus belajar, agar tidak ketinggalan dalam penguasaan teknologi. Apalagi perkembangan iptek sekarang sangat cepat dan terus berubah.

Menurut dia, akan dibentuk tiga divisi baru yakni divisi lintas udara (linud), raider (serang), dan divisi mekanis (mesin). Ketiga divisi tersebut untuk menggantikan Divisi Malang dan Jawa Barat.

Ia mengatakan, penambahan divisi ini untuk mendukung pembinaan kesatuan agar lebih baik. "Jangan sampai prajurit Armed ketinggalan zaman dan teknologi," katanya menambahkan.

Sumber : ANTARA

Penerbad Akan Dapat Tambahan 6 Helikopter Mi-17 Pada Tahun 2011

SEMARANG – Skadron 31/Serbu Pusat Penerbangan Angkatan Darat yang bermarkas di kompleks Lanumad Ahmad Yani Semarang akan mendapatkan tambahan enam helikopter jenis MI-17.

Diharapakan dengan tambahan alutsista tersebut mampu meningkatkan kemampuan Skadron 31/Serbu sebagai satuan tempur udara TNI Angkatan Darat. “Rancananya, awal tahun depan tambahan helikopter ini akan diberikan,” kata Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Dan Puspenerbad) Brigjend TNI Nabris Haska di sela-sela serah terima jabatan Komandan Skadron 31 Letkol CPN Suprapto kepada Letkol CPN Wahyu Jatmiko kemarin.

Letkol CPN Wahyu Jatmiko,sebelumnya menjabat Kepala Departemen Pengetahuan Militer Umum (Kadeppengmilum) Pusat Pendidikan Penerbangan Angkatan Darat (Pusdik Penerbad). Sementara Letkol CPN Suprapto akan menempati jabatan barunya sebagai Direktur Operasional Penerbagan (Diropsbang) Puspenerbad. Menurut Nabris Haska, pembinaan personel harus terus dilakukan untuk menjadikan prajurit yang profesional.



“Pergantian jabatan adalah hal yang wajar dalam rangka meningkatkan kinerja individu dan satuan tempat bertugas dalam melaksanakan tugas sesuai dengan peran dan fungsi,”jelasnya. Nabris mengatakan, Skadron 31/Serbu sebagai satuan pelaksana Puspenerbad memiliki peranan penting dalam menjalankan satuan operasioanl penerbangan angkatan darat yang melaksanakan tugas- tugas penerbangan.

“Untuk itu pembinaan satuan harus mengarah pada kemampuan satuan dan perorangan, sesuai dengan kualifikasi yang dimiliki agar menjadi prajurit WiraAmur yang profesional di bidang penerbangan,” jelasnya.

Sumber : SEPUTAR_INDONESIA.COM

Indonesia Mampu Buat Kapal Perang LPD


Kapal Perang jenis LPD, KRI Banjarmasin-592

JAKARTA — Cita-cita Pemerintah Indonesia untuk berdaulat dan mandiri dalam pengadaan alutsista semakin terwujud. Pada akhir November lalu putra-putra terbaik bangsa berhasil membuat Kapal Perang RI Banjarmasin-592.

Kandungan lokal pada KRI jenis landing platform deck (LPD) atau berfungsi untuk memobilisasi pergeseran pasukan ini mencapai 40-60 persen. Sementara itu, mesin KRI Banjarmasin-592 didapat dari Amerika Serikat.

"Pelaksanaan pengerjaannya dibuat di galangan kapal PT PAL Indonesia dengan pengawasan tenaga ahli dan peralatan dari Dae Sun Shipbuilding, Korea" kata Kepala Pusat Penerangan Markas Besar Tentara Nasional Indonesia Laksma Iskandar Sitompul.

Dikatakan, kapal yang diserahkan ke jajaran Markas Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) pada 22 Desember 2010 ini merupakan wujud keberhasilan TNI AL untuk melaksanakan transfer teknologi kepada industri strategis nasional.

Kelebihan KRI ini dibandingkan dengan kapal sejenis lainnya adalah daya tampungnya. Jika kapal sejenis yang telah ada sebelumnya hanya dapat menampung 3 helikopter, KRI Banjarmasin-592 ini mampu menampung 5 helikopter.

"Tiga helikopter di deck dan dua helikopter di dalam hanggar," kata Komandan KRI Banjarmasin-592 Kolonel Laut Eko Joko Wiyono.

Kapal ini juga dirancang mengangkut 22 tank, 560 pasukan, dan 126 awak. Kapal ini bisa juga mengangkut kombinasi 20 truk dan 13 tank. Selain berfungsi untuk memobilisasi pasukan, kapal sepanjang 125 meter x 22 meter ini juga dapat digunakan untuk fungsi operasi militer selain perang (OMSP), seperti membawa logistik ke daerah bencana alam.

Ketika membawa logistik, kapal ini pun dapat menjalankan fungsi patroli di kawasan yang dilintasinya. Awak kapal KRI Banjarmasin, kata Iskandar, juga dipersenjatai demi melindungi diri. "Perwira di kapal ini memang dipersiapkan untuk melakukan fungsi patroli," kata Iskandar.


Kapuspen TNI Laksda TNI Iskandar Sitompul (2 kanan) didampingi (dari kiri) Kadispenal Laksma TNI Tri Prasodjo, Kadispenad Brigjen TNI Wiryantoro dan Kadispenau Marsma TNI Bambang Samoedro berbincang di atas KRI Banjarmasin - 592 di perairan Pulau Seribu, Jakarta, Minggu (16/1).

Terkait dengan biaya pembuatan, Iskandar mengatakan, KRI Banjarmasin-592, yang diserahkan PT PAL di Surabaya kepada TNI pada November 2010 silam, menelan dana Rp 360 miliar. Anggaran ini diambil dari APBN multiple years selama lima tahun.

Biaya pembuatan ini memang sedikit lebih mahal dibandingkan dengan pemerintah membeli langsung. Namun, biaya yang lebih mahal tersebut disebabkan lama waktu pembuatan kapal selama tiga tahun. Idealnya, kapal sejenis KRI Banjarmasin, yang dibuat pada 2006-2009, dapat dikerjakan selama dua tahun.

Iskandar mengaku optimistis, ke depan, berbekal pengalaman yang ada, putra-putri bangsa dapat membuat KRI sejenis selama dua tahun sehingga biaya dapat ditekan. TNI berharap, ketika putra-putri terbaik bangsa dapat membuat KRI sejenis KRI Banjarmasin-592 selama dua tahun, akan ada negara-negara yang tertarik memesan kapal perang dari Indonesia.

Saat ini KRI Banda Aceh-593, kapal sejenis KRI Banjarmasin-592, mulai dikerjakan. Diharapkan, kapal tersebut dapat dirampungkan selama dua tahun. "Harapan TNI, ke depan, semoga kapal-kapal yang tidak pure combatant (hanya difungsikan untuk perang) bisa dibuat putra-putra bangsa secara keseluruhan," kata Iskandar.

KRI Banjarmasin-592 selanjutnya akan berada di bawah koordinasi Markas Komando Lintas Laut Militer Tj.Priok, Jakarta.

Sumber : KOMPAS.COM

Proses Sertifikasi Roket D-230 Masih di Kemhan




JAKARTA - Menteri Negara Riset dan Teknologi Suharna Surapranata mengemukakan, sertifikasi prototipe Roket D-230 masih dalam proses di Kementerian Pertahanan dan pihaknya akan terus melakukan pengembangan serta uji coba teknologi kedirgantaraan militer.

Menurut Menteri Negara Riset dan Teknologi Suharna Surapranata saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Gedung DPR/MPR Jakarta, Senin (17/1), Roket D-230 merupakan salah satu keberhasilan bekerjasama dengan Kemhan, BUMN, universitas dan Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK).

Kerja sama itu, antara lain, telah menghasilakan "Dirgantara 20-30 Km" atau yang disebut "Roket D-230". Kedepan, penguasaan teknologi dan industri peroketan khususnya untuk kaliber 122 mm akan dilakukan secara mandiri. "`Blueprint` desain `enginering` roket non kendali darat ke darat, pembuatan prototipe, uji statik dan uji terbang telah dilakukan," katanya.

Menurut menteri, sebanyak 20 Roket D-230 kaliber 122 mm telah berhasil diterbangkan dengan jarak terbang 11-14 km untuk "single stage" dan 18-20 km untuk "double stage".

"Saat ini, prototipe roket-roket tersebut dalam proses sertifikasi oleh Kementerian Pertahanan," katanya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa PT LEN dan LAPAN bekerja sama mengembangkan sistem telemetri Roket Nasional D-230. Sistem telemetri merupakan payload (muatan) berisi modul elektronik yang menggantikan warhead (hulu ledak) roket.

Sistem akan mengirimkan sinyal data - posisi, ketinggian dan jarak terhadap stasiun peluncuran.

Sumber : DEPHAN.GO.ID

Rudal Yakhont Akan di Ujicoba



Rudal Yakhont di atas Fregat Van Speijk class, KRI Oswald Siahaan-354

JAKARTA - Mulai 2011, TNI AL makin percaya diri dengan masuknya rudal anti kapal Yakhont di jajaran persenjataan KRI. Rudal Yakhont, yang dipasang di KRI Oswald Siahaan-354, tidak asing lagi di dunia maritim internasional. Misil antikapal berkecepatan supersonik buatan Rusia ini memiliki daya jelajah hingga 300 kilometer.

Uji coba penembakan Yakhont akan dilakukan tahun ini. "Nanti kita coba. Kini sedang dilakukan persiapan," kata Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana (TNI) Soeparno, di Mabes TNI AL, Cilangkap, Selasa (25/1). Ia tak menyebut tanggal pastinya. Menurut dia (mengumpamakan), rudal ini bisa menembak sasaran di Yogyakarta dari Surabaya.

Rudal ini memiliki kemampuan yang tak dimiliki misil lain, yakni kecepatan maksimum 2,5 Mach. Menurut Wikipedia, Yakhont digunakan tiga negara: Rusia, Vietnam, dan Indonesia. Rusia juga akan menjual Yakhont ke Suriah.

Soeparno mengatakan sasaran ujicoba Yakhnot nanti adalah kapal tua jenis LST buatan Amerika Serikat. Untuk pemusnahan itu, TNI AL mengaku perlu mendapat izin dari AS. "Sasarannya sudah disetujui oleh AS. Jadi, sasarannya adalah satu kapal yang dihapus," katanya.

Asisten Perencanaan KSAL, Laksamana Muda (TNI) Among Margono, mengatakan Yakhont merupakan misil strategis. "Untuk membeli saja melalui tujuh instansi di Rusia dan harus dengan persetujuan Presiden Rusia," katanya.

AS Mengijinkan


Pemerintah Amerika Serikat telah menyetujui pemusnahan enam kapal perang TNI Angkatan Laut buatan Negeri Paman Sam, yang telah berusia diatas 30 tahun. Di sela-sela Rapat Pimpinan TNI Angkatan Laut KSAL mengatakan, pemusnahan enam kapal perang angkut buatan AS itu akan dilakukan di Indonesia.

"Terlalu repot jika harus mengembalikan kapal-kapal itu ke produsennya. Meski mereka (AS-red) sangat berat hati, namun mereka setuju kapal-kapal itu dimusnahkan," ujarnya.

Dengan berseloroh, Soeparno mengemukakan, enam kapal LST itu rata-rata usianya 64-70 tahun. Bahkan militer AS jika bertemu kapal itu akan memberikan hormat sebagai bentuk penghormatan kepada `senior`-nya. Jadi kapal-kapal itu sudah saatnya diganti.

Keenam LST itu, KRI Teluk Langsa-501, KRI Teluk Bayur-502, KRI Teluk Kau-504, KRI Teluk Tomini-508, KRI Teluk Ratai-509, KRI Teluk Saleh-510 eks AL Amerika Serikat buatan tahun 1942-1945. Keenam kapal itu dioperasikan Komando Lintas Laut Militer.


KRI Teluk Tomini-508

Tentang recana penggantian keenam kapal itu, Kasal mengatakan, pihaknya telah memprogramkan pengadaan dari PT PAL.

"Itu kan kapal angkut, jadi kita bisa adakan dari PT PAL. Toh saat ini PT PAL telah berhasil membuat satu kapal LPD yakni KRI Banjarmasin-592, dan tengah mengerjakan kapal kedua, KRI Banda Aceh-593," papar Soeparno.

Kasal menegaskan, dalam Rapat Pimpinan TNI AL 2011 pihaknya akan memantapkan program modernisasi alutsista dalam kerangka mewujudkan kekuatan pokok minimum, secara bertahap 2010-2014 hingga 2024. "Kita akan jalankan itu," ujarnya, menegaskan.

Soeparno mengatakan, dalam mordernisasi alutsista ada tiga langkah yang dilakukan yakni memusnahkan yang sudah tidak layak operasional, dan menggantinya dengan yang baru serta meningkatkan kapasitas dan daya mampu alutsista yang masih laik operasional.

Untuk pengadaan baru, dilakukan dengan memprioritaskan produksi dalam negeri. "Jika belum bisa sepenuhnya diproduksi di dalam negeri, kita lakukan produksi bersama dengan persyaratan alih teknologi," ujarnya.

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID