Rabu, 13 April 2011

Menhan : Indonesia Positif Beli Satu Skuadron Pesawat T-50




JAKARTA - Pemerintah Indonesia positif membeli pesawat jet latih T-50 Golden Eagle buatan Korea Selatan sebanyak satu skuadron untuk menggantikan jet latih Hawk Mk-53 TNI AU yang sudah usang.

"Jumlahnya, jika disesuaikan dengan batas anggaran adalah satu skuadron," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro kepada pers di Istana Wakil Presiden Jakarta, Rabu (13/4).

Hal tersebut disampaikan usai dirinya mengikuti rapat Keketuaan Indonesia dalam Forum ASEAN di Kantor Wapres yang dipimpin oleh Wakil Presiden Boediono dan diikuti antara lain Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Kesra Agung Laksono, Menlu Marty Natalegawa, Menkeu Agus Martowardojo, Mendag Mari Elka Pangestu, Menkominfo Tifatul Sembiring, serta Menbudpar Jero Wacik.

Dikatakan Purnomo, sampai saat ini kontrak pembelian pesawat T-50 belum ditandatangani, namun proses penawaran telah dilakukan sejak tahun 2010. "Kontraknya belum dibuat. Tetapi memang itu salah satu pertimbangan kita untuk memperkuat skuadron latih kita," kata Purnomo.

Sebelumnya Presiden Korea Aerospace Industries (KAI) Kim Hong Kyun mengumumkan bahwa dirinya telah mendapatkan status persetujuan dari Menteri Pertahanan Indonesia sekalipun negosiasi harga dan rincian pembelian masih berjalan.

Pesawat T-50 juga diharapkan bisa dipakai untuk serangan udara ringan, selain untuk latihan. Korsel juga berencana membuat versi tempur pesawat ini dengan nama FA-50.

Rencana pembelian pesawat ini sebelumnya sempat tercoreng aksi agen rahasia Korsel (INS) yang berbuntut pada pemecatan kepala inteligennya, Maret lalu. Meski demikian, hal ini tidak mempengaruhi kerja sama pertahanan antara Korsel dan Indonesia. Pada 2008 lalu, Korsel juga membeli 4 pesawat patroli maritim dari Indonesia senilai US$ 90 juta atau Rp 774 miliar.

Sumber : ANTARA

Menhan : Industri Pertahanan di Asean Perlu Spesialisasi



Menteri Pertahanan Asean, US Defence Secretary Robert Gates dan Presiden Vietnam Nguyen Minh Triet di ASEAN meeting di Vietnam

JAKARTA - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, untuk menjadikan kawasan ASEAN sebagai wilayah yang memiliki posisi tawar kuat dalam percaturan global, khususnya di bidang pertahanan dan keamanan, menuntut keberadaan industri pertahanan yang terspesialisasi di antara negara anggotanya.

Demikian disampaikan menteri pertahanan, di Jakarta, Senin (11/4), saat menerima panitia penyelenggara seminar mengenai industri pertahanan yang terdiri dari pimpinan redaksi Kantor Berita ANTARA dan harian sore Sinar Harapan.

Panitia yang hadir Wakil Pemimpin Umum Sinar Harapan Daud Sinjal, Pemimpin Redaksi Kantor Berita ANTARA Saiful Hadi, Pemimpin Redaksi Sinar Harapan Kris Kaban, wartawan senior Kristanto dan Benny S Butarbutar.

"Tujuan pembentukan masyarakat ASEAN tahun 2015 yang memiliki kapasitas ekonomi yang kuat tidak akan pernah tercapai jika persyaratan mutlak akan suatu kemandirian ekonomi kawasan, yaitu situasi keamanan yang kondusif tidak tercapai," katanya.

Untuk itu, kata Purnomo, seluruh potensi kekuatan masing-masing negara perlu diteliti dengan benar, termasuk industri pertahanannya agar sinergi yang dibutuhkan bisa benar-benar direalisasikan. Masing-masing negara sudah saatnya memiliki keunggulan khusus dalam industri pertahanan seperti yang dimiliki Uni Eropa.

Sinergi Industri Pertahanan Asia

"Pembangunan industri pertahanan di negara-negara anggota ASEAN bisa dengan cepat terwujud jika masing-masing negara berbenah dan bisa fokus pada kekuatan yang paling unggul dan paling dominan yang dimiliki satu negara. Setelah itu akan muncul peta kekuatan pertahanan ASEAN," kata mantan menteri energi dan sumber daya manusia tersebut.

Dengan mensinergikan kekuatan dari masing-masing industri pertahanannya, maka kawasan ASEAN akan lebih cepat dalam mewujudkan kekuatan keamanan kawasan yang secara otomatis menjadi pilar penopang pertumbuhan kawasan baik sekaligus meningkatkan posisi daya saingnya di regional maupun global.

"Seminar industri pertahanan merupakan salah satu cara, mengingat kemajuan suatu kawasan mutlak memerlukan kerja sama keamanan guna menopang kekuatan ekonomi ASEAN. Kesadaran akan potensi besar yang dimiliki ASEAN perlu diketahui secara luas sehingga menggugah kesadaran publik," ungkap Pemimpin Umum Sinar Harapan, Daud Sinjal.

Masyarakat ASEAN 2015 merupakan implementasi dari piagam ASEAN yang bertujuan masing-masing negara anggota ASEAN akan lebih kuat kapasitas ekonominya dalam menghadapi dinamikan globalisasi. Tentu saja masing-masing negara perlu bekerja sama meningkatkan daya saing, kapasitas dan kekuatannya untuk bisa menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan rakyat ASEAN.

Seminar diharapkan berlangsung pada bulan Mei bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional dan juga pertemuan para menteri pertahanan ASEAN di Jakarta.

Sumber : ANTARA

Danjen Kopassus : "Kami Siap Berangkat ke Somalia"


JAKARTA - Komando Pasukan Khusus (Kopassus) siap membebaskan sandera Kapal kargo Sinar Kudus yang dibajak perompak Somalia di perairan Laut Arab. ”Setiap saat kami siap di kirim ke Somalia. Kapan saja Panglima perintahkan, pasti kami dukung,” tandas Danjen Kopassus, Mayor Jenderal TNI Lodewijk F. Paulus di Mako Kopassus, Senin (11/4).

Lodewijk menegaskan sudah menjadi tugasnya memastikan pasukan Kopassus menjalankan tugas. Kapan saja dan di manapun termasuk misi pembebasan ABK Sinar Kudus yang disandera perompak Somalia.”Kemungkinan ditugaskan bersama satuan lain, bisa saja. Sebelum ini kami sudah latihan Tri Matra (gabungan TNI AD, AL dan AU),” ujar Lodewijk.

Kapal kargo Sinar Kudus dibajak perompak Somalia di Perairan Laut Arab, sejak 16 Maret 2011. Kapal diawaki 31 orang ABK, 20 di antaranya WNI itu sedang dalam perjalanan membawa biji nikel dari Pomalaa, Sulawesi Tenggara, menuju ke Rotterdam, Belanda. Perompak meminta tebusan Rp.77 miliar. Pemerintah Indonesia sudah “berkoordinasi” dengan organisasi penanganan perompak di wilayah perairan tersebut.

Sumber : POSKOTA.CO.ID

Warga Tolak Rencana Uji Coba Senjata Artileri TNI



Meriam Howitzer 155mm/52, FH-2000 (Field Howitzer 2000)

SEMARANG - Warga Desa Setrojenar, Kecamatan Bulus Pesantren, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, menolak rencana uji coba persenjataan baru milik jajaran Kodam IV/Diponegoro karena khawatir lahan yang telah ditanami berbagai tanaman pertanian tersebut menjadi rusak.

Kepala Penerangan Kodam IV/Diponegoro Letnan Kolonel Infanteri Zaenal yang dihubungi melalui telepon, dari Semarang, Senin (11/4) malam, mengatakan pertemuan antara pihak terkait dengan para warga yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Kebumen masih berlangsung.

"Pertemuan dengan puluhan warga setempat dihadiri Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Langgeng Sulistyono, Kapolda Jateng Irjen Pol Edward Aritonang dan difasilitasi Bupati Kebumen Buyar Winarso masih berlangsung hingga tengah malam," ujarnya.

Ia mengatakan, pertemuan sejumlah pihak terkait para warga tersebut untuk mencari titik temu dalam permasalahan tersebut dan menghindari tindakan anarkis yang kemungkinan dilakukan pihak-pihak tertentu.

Menurut dia, rencana uji coba persenjataan baru jenis artileri medan jarak jauh di kawasan yang dikenal dengan nama Urut Sewu ini direncanakan hanya berlangsung Senin/selasa (12/4).

"Senjata berat yang akan diuji coba tersebut biasa digunakan untuk pertempuran jarak jauh," ujarnya. Ia mengungkapkan, lokasi uji coba senjata sebenarnya milik Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Darat dan telah digunakan sejak tahun 1949.

"Lokasi tersebut digunakan oleh masyarakat setempat untuk bercocok tanam dan TNI AD tidak melakukan pelarangan terkait hal tersebut," katanya. Terkait dengan hasil pertemuan, Zaenal berjanji akan memberitahu lebih lanjut.

Sumber : ANTARA

Kamis, 24 Februari 2011

Foto Animasi Palindo KCR 40


BATAM - PT Palindo Marine Industries telah berhasil menyelesaikan pengerjaan Kapal Cepat Rudal (KCR) yang diberi nama KRI Clurit-641. Kapal yang memiliki panjang 44 meter dan mempunyai Kecepatan maksimal 30 knot ini kualitasnya tidak kalah dengan buatan luar.

Kapal Cepat berbahan baja-alumnium ini keseluruhan proses pembuatannya di kerjakan di Batam oleh PT Palindo Marine Industries, kapal akan dilengkapi dengan sistem persenjataan modern, Close in Weapon System (CIWS) serta peluru kendali.

KCR ini terbuat dari baja High Tensils Steel pada bagian lambung. Sementara untuk bagian atasnya, kapal ini menggunakan aluminium Alloy yang memiliki stabilitas dan kecepatan yang tinggi saat berlayar.

Sumber : BATAMPOS.CO.ID











Foto : TRIDES ARKON SEJATI

Menhan: Pembelian Pesawat T-50 Belum di Putuskan



KAI T-50 saat mengikuti tender pengadaan pesawat latih di UAE

JAKARTA - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan bahwa pemerintah belum memutuskan rencana pembelian pesawat jet latih T-50 Golden Eagle buatan Korea Selatan menggantikan pesawat Hawk MK-53.

"Belum kita putuskan. Karena Bluebook-nya (mekanisme pembayaran) belum diselesaikan Bappenas," katanya, ketika dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (23/2).

Purnomo mengatakan, untuk membeli pesawat produksi luar negeri, pemerintah terlebih dulu harus merampungkan bluebook kebutuhan pesawat itu, lalu menetapkan kebijakan atas pembeliannya.

Ia menambahkan, pemerintah, melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Keuangan, harus menggodoknya terlebih dulu, baru kemudian mengambil keputusan untuk membeli atau tidak.

"Sebelum itu ada, kita belum bisa putuskan. Jadi masih berupa tender yang belum diputuskan," ujar Purnomo menegaskan.

Purnomo menegaskan, pemerintah menargetkan memperkuat pertahanan udara untuk jangka menengah. Pemerintah sedang menghitung besar anggaran untuk membangun kekuatan udara, di antaranya melalui pembelian pesawat tempur.

Jet tempur latih T-50 dikembangkan hasil kerjasama Korea Aerospace Industries (KAI) dan Lockheed Martin dari Amerika Serikat.

Pilihan pesawat T-50 Golden Eagle bersaing ketat dengan L-159B dari Republik ceko dan Yak-130 buatan Rusia.

Di pasa ekspor pesawat latih T-50 sebelumnya pernah dikalahkan pesawat M-346 Master buatan Alenia Aermacchi Italia (serupa dengan Yak-130) dalam tender pengadaan pesawat latih di Uni Emirat Arab dan Singapura.

Pada Juli lalu, delegasi pemerintah Korsel berkunjung ke Indonesia guna membicarakan pembelian T-50. Kedatangan Menteri Pertahanan Korsel Kim Tae-Young ke Indonesia, Rabu (11/8), salah satu tujuannya menawarkan T-50 ke Indonesia. Jika Korea berhasil menjual T-50 ke Indonesia, ini merupakan kali pertama pesawat ini berhasil di pasar ekspor pesawat latih.

Sumber : ANTARA

KKIP Dongkrak Nilai Ekspor Industri Pertahanan Nasional



CN-235 milik AU Korea/ROKAF

JAKARTA - Bergulirnya Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 42 Tahun 2010 ternyata membawa perubahan positif yang cukup signifikan bagi ekspor Industri Pertahanan Indonesia. Hal itu tercermin dari mulai banyaknya pemesanan negara lain terhadap produk-produk pertahanan yang dihasilkan industri nasional, di mana selama tahun 2010 total pemesanannya lebih dari 53 juta dollar AS.

Nilai tersebut meliputi pemesanan terhadap pesawat CN 235-110 produksi PT Dirgantara Indonesia senilai 49,5 juta dollar AS oleh Angkatan Laut Korea Selatan dan senjata serta amunisi produksi PT Pindad senilai 3,8 juta dollar AS oleh negara Philipina, Thailand, Amerika Serikat, Singapore dan Timor Leste. Nilai ekspor tersebut meningkat hampir delapan kali lipat dari dari tahun 2009, di mana kontrak industri pertahanan tersebut hanya diterima oleh PT Pindad dengan nilai sebesar hampir 500 ribu dollar AS.

Sementara berdasarkan data Kementerian Negara BUMN tahun 2008 tentang profil BUMN industri strategis, total laba bersih tujuh BUMN sampai 2008 sebesar Rp 577,8 miliar atau meningkat dari 2007 yang totalnya sebesar Rp374,6 miliar. Adapun BUMN yang merealisasikan laba bersih pada 2008 yaitu PT Krakatau Steel Rp 459,6 miliar, PT Dahana Rp 55,0 miliar, PT INKA Rp 32,4 miliar, PT LEN Industri Rp 11,8 miliar, PT DPS Rp10,5 miliar, PT Pindad Rp 5,8 miliar, dan PT Barata Indonesia Rp 2,6 miliar.

Sedangkan total rugi bersih enam BUMN pada 2008 sebesar Rp182,8 miliar terutama disebabkan rugi bersih PT DI sebesar Rp 84,3 miliar dan PT PAL Indonesia sebesar Rp 47,6 miliar. Selain itu, terdapat rugi bersih untuk PT BBI sebesar Rp18,8 miliar, PT INTI sebesar Rp15,3 miliar, PT DKB sebesar Rp13,5 miliar, dan PT IKI sebesar Rp3,1 miliar.

Produk utama PT Pindad pada tahun 2008 terdiri atas berbagai tipe munisi kaliber kecil dan senjata SS-1 serta SS-2 yang sebagian besar dibeli oleh Thailand dan Amerika Serikat. Pada tahun 2009, ekspor utama terdiri dari berbagai munisi kaliber kecil dan senjata dipesan oleh Thailand dan Piliphina. Sementara itu pada tahun 2010, PT Pindad mendapatkan pemesanan dari Amerika Serikat, Singapora dan Timor Leste disamping Thailand untuk munisi kaliber kecil, granat asap dan senjata SS-1. Adapun PT DI berhasil mendapatkan pemesanan pesawat CN-235-110 dari Korea Selatan pada tahun 2011.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa Industri pertahanan memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan pertahanan, disamping mampu memenuhi kebutuhan alat peralatan untuk mendukung sistem pertahanan negara juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dengan memberikan kontribusi yang besar kepada devisa negara. Sebelum terbentuknya KKIP, industri pertahanan nasional hampir tidak memberikan kontribusi ekonomi secara nasional.

Oleh karenanya melalui KKIP, Kementerian Pertahanan sebagai leading sektor dalam menentukan kebijakan pemberdayaan industri pertahanan dalam negeri akan tetap berkomitmen dalam mengawal kebijakan tersebut hingga menuju kemandirian di bidang industri pertahanan serta berkontribusi penuh pada perekonomian nasional.

Sumber : DMC

PTDI & EADS Kerjasama Pembuatan Pesawat Casa C295



Casa C-295M milik AU Spanyol

JAKARTA - PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) kembali bekerjasama dengan pabrikan pesawat asal Eropa, European Aeronautic Defence and Space Company (EADS)-CASA untuk membuat pesawat militer C295.

Direktur Utama PTDI Budi Santoso mengatakan saat ini pihaknya telah siap membuat pesawat C295, dan untuk tahap pertama perseroan membidik proyek pengadaan pesawat di lingkungan TNI.

“Seperti diketahui, TNI ada proyek penggantian pesawat Fokker 27, dan kami membidik proyek tersebut dengan menawarkan pesawat C295. Pembuatan akan dilaksanakan bila kontrak telah diperoleh,” ujarnya, Rabu (23/2).

Menurut Budi Santoso, komponen lokal dalam pesawat C295 lebih dari 40%, sehingga perseroan berpotensi ditunjuk langsung oleh pemerintah. Permodalan akan disediakan oleh EADS, dan PTDI akan mengerjakan pembuatan pesawatnya.

“Untuk profit sharing dengan EADS, kami masih membahasnya. Kerja sama ini kami jalin dengan EADS setelah sebelumnya kedua institusi mengalami kerenggangan hubungan ketika pemerintah Indonesia saat itu tidak melibatkan Cassa dalam proyek N250,” lanjut Budi Santoso.

C295 merupakan pesawat angkut militer yang mampu menjalankan berbagai fungsi, terutama untuk keperluan patroli maritim. Di lingkungan NATO, pesawat ini dilengkapi dengan sistem misil terbaru antikapal selam dan kapal permukaan.

Pesawat ini juga bisa berfungsi sebagai pesawat angkut ringan, yang mampu mengangkut personil militer hingga 70 orang. Sejauh ini pesawat C295 telah dipakai di berbagai negara. NATO menggunakan pesawat ini untuk operasi militer di Irak dan Afganistan.

Budi Santoso mengatakan EADS juga merelokasi pabrik perakitan pesawat Casa 212-400 yang sebelumnya berada di Spanyol. Hal ini lantaran biaya produksi di Eropa jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan di Indonesia.

“Seluruh jig pembuatan pesawat itu kini sudah berada di Bandung. Selain Indonesia di Asia, Casa 212 juga dipakai Thailand dan Vietnam,” katanya.

Sumber : BISNIS.COM

Kemhan Komit Lanjutkan Pembangunan Pesawat Tempur KF-X di Korsel


JAKARTA - Insiden pencurian laptop di Seoul, tidak mengganggu hubungan kerjasama pertahanan antara RI dan Korea Selatan (Korsel). Indonesia dan Korsel masih akan terus mengembangkan pembangunan pesawat tempur KF-X.

"Untuk kerjasama jangka panjangnya, targetnya KF-X. Jadi idenya kita ingin memperkuat kekuatan udara kita," ujar Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro saat launching Jurnal Universitas Pertahanan di Kementerian Pertahanan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (23/2).

Purnomo menjelaskan, pesawat ini direncanakan rampung pada tahun 2022. Dengan proses alih teknologi, nantinya Indonesia tidak perlu lagi membeli pesawat tempur dari luar negeri. Pesawat KF-X sendiri merupakan pesawat tempur generasi 4,5 yang lebih modern dari F-16 dan Sukhoi.

"Tapi baru bisa terjadi 2022. Untuk membangun itu harus ada skuadron tempurnya," terang Purnomo.

Selain itu pihak RI dan Korsel juga telah membangun 4 kapal LPD (Landing Platform Dock) dimana pembangunan kapal ini dilakukan dengan sistem transfer teknologi. Dua kapal dibangun di Korsel dan dua kapal di Indonesia.

"Sekarang sudah selesai, tinggal satu yang belum rampung. Kerjasama ini kita lakukan dengan maksud untuk membangun industri pertahanan," lanjutnya.

Sedangkan mengenai rencana pembelian pesawat tempur ringan T-50 Golden Eagle, Purnomo menjelaskan hal itu masih dalam tahap tender. Sudah ada beberapa pihak yang mengajukan, tapi pemerintah RI secara resmi belum mengambil keputusan.

"Masih berupa hasil tender dan belum diputuskan," terangnya.

Purnomo juga menegaskan kembali soal pencurian data di Seoul, bahwa kasus laptop yang dicuri bukan milik kementerian pertahanan. Tidak ada data-data militer yang dibawa ke Seoul dalam kunjungan itu. Laptop itu pun sama sekali tidak berisi data-data pertahanan.

"Dari kita itu jelas tidak ada yang kehilangan, karena itu kejadiannya di lantai 19 dan 20. Sedangkan kami di lantai 30. Sudah saya sampaikan, tidak ada data militer yang hilang," ujarnya.

Sumber : DETIKNEWS.COM

Korsel geger soal pencurian dokumen


SEOUL - Partai-partai politik Korea Selatan menuntut kepala badan intelijen negara itu mundur menyusul insiden percobaan pencurian dokumen komputer milik delegasi Indonesia.

"Memalukan...dan saya berharap direktur intelijen akan mundur," kata Hong Joon-Pyo, anggota Partai Nasional,GNP, yang berkuasa dalam akun Twitternya.

Partai-partai oposisi dan sejumlah surat kabar besar juga menuntut kepala badan intelijen, NIS, Won Sei-Hoon, mundur

Namun Won menyanggah berita media yang menyebutkan tiga agennya memasuki kamar hotel delegasi dagang Indonesia tanggal 16 Februari lalu untuk mencoba mencuri informasi tentang kemungkinan pembelian senjata dari Korea Selatan.

Pihak Indonesia telah mengadukan insiden ini ke polisi. Namun para pejabat NIS dilaporkan mengambil semua bukti termasuk gambar CCTV, kata kantor berita Yonhap.

Kejadian memalukan

Delegasi Indonesia berkunjung ke Korea Selatan untuk membicarakan kerjasama ekonomi termasuk kemungkinan pembelian pesawat supersonik T-50 Korea Selatan serta senjata lain.

Surat kabar Chosun Ilbo mengangkat kekhawatiran bahwa kesepakatan senjata senilai satu miliar dolar kemungkinan batal karena kesalahan "absurd" agen NIS itu.

"Presiden harus mengadakan perombakan kepemimpinan NIS, atau meminta mereka tetap diam demi kepentingan nasional bila dia tidak mau mundur," kata koran ini dalam editorial seperti dikutip kantor berita AFP.

Surat kabar Dong-A Ilbo juga mendesak agar Won mundur dan menggambarkan upaya pencurian itu sebagai "hal yang memalukan dalam tingkat nasional dan diplomatik."

Persaingan intelijen

Profesor Yang Seung Yoon dari universitas Hankook, Seoul mengatakan insiden ini menjadi berita besar di negara itu.

"Semua pihak sangat marah atas hal yang memalukan negara, pemerintah dan rakyat Korea (selatan) ini. Tiap hari semua harian, dan juga internet dipenuhi dengan makian dan tuntutan tentang hal itu," kata Yang kepada BBC Indonesia.

Yang Seung Yoon juga mengindikasikan kejadian ini dipicu tingkat persaingan yang tinggi antar departemen.

"Di Korea semua hal dalam politik, ekonomi dilakukan dengan persaingan yang sangat tajam. Dengan persaingan seperti ini, dapat terjadi kesalahan seperti itu.

"Saya pikir ini mungkin persaingan keras antara pihak intelijen dan pihak pertahanan," tambahnya.

Korea Selatan dan Indonesia memiliki kerjasama bagus dalam bidang pertahanan.

Tahun 2008, Seoul menandatangani perjanjian senilai US$90 juta dengan Jakarta untuk membeli empat pesawat pengangkut untuk penjaga pantai. Indonesia juga sepakat untuk bergabung dengan Korea Selatan mengembangkan pesawat tempur Juli lalu.

Sumber : BBC-INDONESIA