Kamis, 24 Februari 2011

Menhan: Pembelian Pesawat T-50 Belum di Putuskan



KAI T-50 saat mengikuti tender pengadaan pesawat latih di UAE

JAKARTA - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan bahwa pemerintah belum memutuskan rencana pembelian pesawat jet latih T-50 Golden Eagle buatan Korea Selatan menggantikan pesawat Hawk MK-53.

"Belum kita putuskan. Karena Bluebook-nya (mekanisme pembayaran) belum diselesaikan Bappenas," katanya, ketika dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (23/2).

Purnomo mengatakan, untuk membeli pesawat produksi luar negeri, pemerintah terlebih dulu harus merampungkan bluebook kebutuhan pesawat itu, lalu menetapkan kebijakan atas pembeliannya.

Ia menambahkan, pemerintah, melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Keuangan, harus menggodoknya terlebih dulu, baru kemudian mengambil keputusan untuk membeli atau tidak.

"Sebelum itu ada, kita belum bisa putuskan. Jadi masih berupa tender yang belum diputuskan," ujar Purnomo menegaskan.

Purnomo menegaskan, pemerintah menargetkan memperkuat pertahanan udara untuk jangka menengah. Pemerintah sedang menghitung besar anggaran untuk membangun kekuatan udara, di antaranya melalui pembelian pesawat tempur.

Jet tempur latih T-50 dikembangkan hasil kerjasama Korea Aerospace Industries (KAI) dan Lockheed Martin dari Amerika Serikat.

Pilihan pesawat T-50 Golden Eagle bersaing ketat dengan L-159B dari Republik ceko dan Yak-130 buatan Rusia.

Di pasa ekspor pesawat latih T-50 sebelumnya pernah dikalahkan pesawat M-346 Master buatan Alenia Aermacchi Italia (serupa dengan Yak-130) dalam tender pengadaan pesawat latih di Uni Emirat Arab dan Singapura.

Pada Juli lalu, delegasi pemerintah Korsel berkunjung ke Indonesia guna membicarakan pembelian T-50. Kedatangan Menteri Pertahanan Korsel Kim Tae-Young ke Indonesia, Rabu (11/8), salah satu tujuannya menawarkan T-50 ke Indonesia. Jika Korea berhasil menjual T-50 ke Indonesia, ini merupakan kali pertama pesawat ini berhasil di pasar ekspor pesawat latih.

Sumber : ANTARA

Tidak ada komentar: